Jumat, 20 Juli 2012

Tupolev Tu-16, Legenda Bomber Strategis Milik Indonesia Asal Beruang Merah (1)

Indonesia pernah menjadi negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia, bahkan di belahan bumi selatan. Kekuatan Indonesia yang pada saat itu bertumpu pada alutsista buatan Blok Timur, seperti MiG-21 &Tu-16..



Pada waktu itu, Indonesia merupakan negara keempat yang mengoperasikan pesawat pembom. Indonesia juga negara pertama  di belahan bumi selatan yang mengoperasikan jet tempur berkecepatan Mach 2. Tu-16 dibeli untuk menutupi kemampuan B-25 yang terbatas, yang kala itu AURI harus melawan AUREV (AU Permesta). B-25 yang ada saat itu malah merepotkan, karena daya jelajahnya terbatas, sehingga pangkalannya harus digeser. Hal yang tidak efektif tersebut diperparah ketika AS mengembargo suku cadangnya.

Saat itu keberadaan Tu-16 memang menakutkan. Dengan jangkauan terbang hingga 7200 km, kecepatan hingga 1050 km/jam, dan ketinggian terbang hingga 12800 km, wajar saja membuat AURI disegani. Tu-16 dioperasikan dibawah kendali Wing Operasi 003, membawahi Skadron 41 (14 unit Tu-16 Badger A) dan Skadron 42 (12 unit Tu-16 Badger B KS).


Awalnya, Rusia masih bimbang untuk meluluskan permintaan Tu-16 kepada Indonesia. Menurut Dubes Rusia untuk Indonesia Zhukov Tu-16 masih dalam pengembangan & belum siap untuk dijual. AURI ngotot. BK (Bung Karno) terus menguber Zhukov tiap kali bertemu. Zhukov pun kemudian melaporkan keinginan BK kepada Menlu Rusia Mikoyan. Mengapa BK begitu semangat? Letkol Salatun-lah pangkal masalahnya. "Saya ditugasi Pak Surya (S. Suryadarma - KSAU/Menpangau periode itu)menagih janji kepada BK setiap ada kesempatan"

Salatun menemukan proyek Tu-16 dari majalah penerbangan asing tahun 1957, kemudian menyampaikan kepada Suryadarma. "Dengan Tu-16, awak kita bisa terbang setelah sarapan pagi menuju sasaran terjauh  sekalipun dan kembali sebelum makan siang", jelasnya kepada KSAU. "Bagaimana pangkalannya?" tanya Pak Surya. "Kita akan pakai Kemayoran yang mampu menampung pesawat jet", jawab Salatun. Seiring rencana pengadaan Tu-16, landas pacu Lanud Iswahjudi, Madiun, turut diperpanjang



Proses pembeliannya memang tidak mulus. Sejak dikemukakan, baru terealisasi 1 Juli 1961, ketika Tu-16 pertama mendarat di Kemayoran. Ketika lobi pembeliannya tersekat dalam ketidakpastian, Cina pernah dilirik agar membantu menjinakkan “beruang merah”. Caranya, Cina diminta menalangi dulu pembeliannya. Namun usaha ini sia-sia, karena neraca perdagangan Cina-Rusia lagi terpuruk. Sebaliknya, “Malah Cina menawarkan Tu-4M Bull-nya,” tutur Salatun. Misi Salatun ke Cina sebenarnya mencari tambahan B-25 Mitchell dan P-51 Mustang.

Pemilihan Tu-16 bukanlah semata alat diplomasi, melainkan karena embargo senjata AS. Apalagi pada saat bersamaan AURI butuh suku cadang B-25 & P-51 untuk menghantam AUREV. 



1960, Salatun berangkat ke Moskow bersama delegasi pembelian senjata yang dipimpin jendral AH Nasution. Mereka hanya diperintahkan BK hanya untuk cari senjata. Betapa kagetnya delegasi ketika Tu-16 masuk kedalam daftar persenjataan yang ditawarkan Uni Soviet. "Karena Tu-16 kami berikan kepada Indonesia, maka pesawat ini akan kami berikan kepada negara sahabat lain"
Hebatnya lagi, AURI pernah mengusulkan untuk mengecat bagian bawah Tu-16 dengan cat anti radiation paint, yakni cat anti radiasi bagi pesawat pembom berkemampuan nuklir. "Gertak musuh saja, AURI kan tak punya bom nuklir", tutur Salatun. Usul ditolak.

AURI dengan segera mempersiapkan awaknya. Puluhan kadet dikirim ke Cekoslovakia & Rusia. Angkatan tersebut dikenal sebagai angkatan Cakra I, II, III, & Ciptoning I & II. Mulai 1 Juli 1961, 24 pesawat Tu-16 mulai datang bergiliran, diawaki oleh awak Rusia maupun Indonesia. Pesawat pertama dengan registrasi M-1601 yang diterbangkan Komodor Udara Cok Suroso Hurip mendarat di Kemayoran. 



Hal tersebut mengundang perhatian dari kalangan luas, terutama intel AS. Kesempatan pertama intel-intel AS melihat Tu-16 dari dekat, memberi kesempatan untuk mengetahui kapasitas bahan bakar & daya jelajahnya. Pesawat intai U-2 Dragon Lady pun dilibatkan. Pengintai tersebut melihat Tu-16 serta jet tempur Blok Timur yang amat ditakuti Barat berjejer di Iswahjudi, Madiun.

(Bersambung ke bagian 2)

Sumber:

Edisi Koleksi Angkasa: Pesawat Kombatan TNI-AU

Selasa, 17 Juli 2012

Aerosmith - I Don't Want To Miss A Thing

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure

Don't wanna close my eyes
I don't wanna to fall asleep
Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing

Lying close to you feeling your heart beating
And I'm wondering what's your dreaming
Wondering if it's me you're seeing
Then I kiss your eyes
And thank God we're together
I just wanna stay with you in this moment forever
Forever and ever

I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing

I don't wanna miss one smile
I don't wanna miss one kiss
I just want to be with you
Right here with you, just like this
I just want to hold you close
Feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time

Don't wanna close my eyes
Don't wanna fall asleep
Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing

I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing

Don't want to close my eyes
I don't, I don't want to fall asleep
And I don't want to miss a thing

Jumat, 27 April 2012

29 Juli 1947, Misi Pemboman Udara Pertama & Jatuhnya Pesawat Dakota VT-CLA

Tanggal 29 Juli merupakan salah satu sejarah yang monumental, yakni terjadinya dua peristiwa penting dalam satu hari. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Bhakti TNI-AU.


Misi Pemboman Udara Pertama





Pesawat K5Y Churen milik Indonesia


Tanggal 29 Juli 1947, pagi hari, dua pesawat K5Y Churen dan satu Guntei, melakukan serangan udara terhadap target Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Kejadian ini bagai petir di siang bolong buat Belanda. Seperti apa kejadiannya?




Sudaryono


Setelah semua siswa dinyatakan lulus, Oleh Suryadarma mereka disebar ke Maospati, Bugis, Tasikmalaya, Kalijati, dan Yogyakarta. Tugasnya untuk mengaktifkan pangkalan. Beberapa hari sebelum tanggal 29 Juli, Sudaryono & Suharnoko Harbani mendapat perintah kembali ke Yogyakarta. Perintahnya tidak jelas, sehingga ketika sampai di Yogyakarta malam hari, Sudaryono memilih untuk beristirahat di Hotel Tugu, bukan langsung masuk ke pangkalan. Besok paginya, Sudaryono memasuki pangkalan dan kemudian mengetahui apa yang terjadi. Satu pesawat Churen diterbangkan oleh Sutardjo Sigit & Sutardjo sebagai air gunner, menuju ke sasaran yakni Kota Salatiga. Sedangkan satu Churen lagi diterbangkan oleh Suharnoko Harbani dan Kaput sebagai air gunner, menuju sasaran ke Kota Ambarawa. Serta satu Guntei dengan pilot Mulyono dan Dulrachman sebagai air gunner, menuju sasaran ke Kota Semarang. 



Merencanakan serangan balasan


Tidak tahu siapa yang mengatur operasi ini, mengingat Adisutjipto sedang ke luar negeri dengan pesawat maskapai India (dikenal sebagai Dakota DC-3 VT-CLA). Apakah Suryadarma? "Saya kira Pak Halim", aku Sudaryono. Halim Perdanakusuma adalah mantan navigator AU Inggris selama masa kampanye di Afrika, terbang dengan B-24 Liberator. 


Dalam pemboman di ketiga lokasi, bom disiapkan oleh mantan perwira logistik semasa pendudukan Belanda, yakni Kapten Edi. Setelah menyelesaikan misi, mereka pun mendarat di Semarang, untuk menghindari pembalasan Belanda apabila mendarat di Yogyakarta. 






Jatuhnya Pesawat DC-3 Dakota VT-CLA (Peristiwa Ngoto Membara)


Setelah sukses dengan misi pengeboman atas target Belanda, sore harinya, pesawat Dakota DC-3 (registrasi:VT-CLA) milik maskapai penerbangan India, jatuh sesaat sebelum memasuki Bandara Maguwo, di Yogyakarta. Tepatnya di Desa Ngoto. Pesawat tersebut mengangkut obat-obatan serta 6 orang penumpang serta 3 orang awak pesawat. Pesawat berangkat dari Singapura menuju Maguwo (Yogyakarta), telah didaftarkan sebagai penerbangan bantuan kemanusiaan. Pesawat tersebut jatuh karena di tembak oleh pesawat pemburu Belanda berjenis P-40 Kittyhawk yang bermarkas di Kalibenteng (Semarang). 




Reruntuhan Dakota DC-3 VT-CLA



P-40 Kittyhawk 


Korban tewas dari tragedi ini adalah termasuk tiga orang perintis TNI-AU, yakni Komodor Muda Adisutjipto, Komodor Muda Abdulrahman Saleh, serta Opsir Udara I Adi Soemarmo. Satu lagi dari Indonesia yaitu Zainal Arifin. Sedangkan dari warga asing yaitu Alexander Noel Constantine (pilot - warga negara Australia), Roy L. Hazelhurst (copilot - warga negara Inggris), Bhida Ram (enginer - warga negara India), serta Ny. Constantine (istri pilot). Hanya satu korban selamat, yakni Abdul Gani Handojotjokro. 


Tragedi jatuhnya pesawat ini menuai kontroversi. Pilot Belanda menyebutkan bahwa pesawat tersebut terbang rendah dan tersungkur setelah menabrak tanggul dan pepohonan. Namun menurut kesaksian warga sekitar, terlihat pesawat dikejar dan ditembaki sehingga mesin kiri terbakar dan jatuh. Pernyataan tersebut diperkuat oleh H. Sardjono, yang mengatakan "ada bekas lobang peluru di pesawat dan di tubuh Adisutjipto!". 




Dari kiri ke kanan: Adisutjipto, Abdulrahman Saleh, Adi Soemarmo


Nama ketiga perwira AURI tersebut nantinya akan diabadikan sebagai nama pangkalan udara di Indonesia. Adisutjipto nama pengganti untuk Pangkalan Udara Maguwo (Yogyakarta), Abdulrahman Saleh nama pengganti untuk Pangkalan Udara Bugis (Malang), Adi Soemarmo nama pengganti untuk Pangkalan Udara Panasan (Solo).  Ketiganya pun diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keppres 071/TK/1076, pada tanggal 9 November 1974.


Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/78/VII/2000 tanggal 17 Juli 2000 tempat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA di desa Ngoto, diresmikan menjadi Monumen Perjuangan TNI AU. Bersamaan dengan peresmian ini, dipindahkan pula kerangka jenasah Marsda TNI (anumerta) Adisucipto dan Marsda TNI (anumerta) Abdulrachman Saleh beserta istri dari TPU Kuncen Yogyakarta ke pemakaman TNI AU Ngoto Yogyakarta.


Monumen Perjuangan TNI AU di Ngoto, Yogyakarta







Sumber:
http://www.tandef.net/hari-bakti-tni-au-29-juli-serangan-udara-pertama-oleh-auri-terhadap-kekuatan-belanda


http://tni-au.mil.id/kotama/riwayatmu-doeloe-halaman-5


http://salamgowes.wordpress.com/2011/08/17/dakota-vt-cla-29-juli-1947/


http://indonesiandefense.blogspot.com/2011/08/dakota-vt-cla-dan-cureng-tni-au.html


image.google.co.id


wp.scn.ru


Majalah Angkasa Edisi Agustus 2011 Th. XXI

Edisi Koleksi Angkasa: PESAWAT KOMBATAN TNI AU





















Kamis, 26 April 2012

Iwan Fals - Pesawat Tempurku


Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur

Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar

Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak

Kalau saja aku bukanlah penganggur
sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak, bilang saja iya...
Iya lebih baik daripada kau menangis

Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x

Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh...ya andaikata tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya

Oh... ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum

Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku

Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x

Iwan Fals - 1910


Apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata...air mata...

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata...air mata...

Berdarahkan tuan yang duduk di belakang meja
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundak
Semudah itukah luka-luka terobati

Nusantara.... tangismu terdengar lagi
Nusantara.... derita bila terhenti
Bilakah...bilakah 

Sembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata...air mata...
O o o o o o o o o 

Nusantara.... langitmu saksi kelabu
Nusantara.... terdengar lagi tangismu
Ho ho ho 

Nusantara.... kau simpan kisah kereta
Nusantara.... kabarkan marah sang duka

Saudaraku pergilah dengan tenang
Sebab luka sudah tak lagi panjang

Iwan Fals - Proyek 13


Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada disana

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Aku menolak akal yang tanpa hati
Aku menolak teknologi tanpa kendali
Aku tak mau mengijonkan masa depan
Demi listrik sedikit banyak keruwetan

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Daripada susah payah beli reaktor
Daripada pusing karena sampah nuklir
Daripada malu kepada anak cucu
Aku bergerak menyanyikan kehidupan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Apa yang akan terjadi nanti

Untuk listrik banyak memerlukan sumber energi
Pilihan itu tentu jadi kucurigai
Sebab di negeri maju reaktor ditutupi
Bukan alasan agar republik ini beli

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut



sumber: kapanlagi.com