Kamis, 26 April 2012

Iwan Fals - Pesawat Tempurku


Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur

Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar

Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak

Kalau saja aku bukanlah penganggur
sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak, bilang saja iya...
Iya lebih baik daripada kau menangis

Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x

Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh...ya andaikata tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya

Oh... ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum

Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku

Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x

Iwan Fals - 1910


Apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata...air mata...

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata...air mata...

Berdarahkan tuan yang duduk di belakang meja
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundak
Semudah itukah luka-luka terobati

Nusantara.... tangismu terdengar lagi
Nusantara.... derita bila terhenti
Bilakah...bilakah 

Sembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata...air mata...
O o o o o o o o o 

Nusantara.... langitmu saksi kelabu
Nusantara.... terdengar lagi tangismu
Ho ho ho 

Nusantara.... kau simpan kisah kereta
Nusantara.... kabarkan marah sang duka

Saudaraku pergilah dengan tenang
Sebab luka sudah tak lagi panjang

Iwan Fals - Proyek 13


Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada disana

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Aku menolak akal yang tanpa hati
Aku menolak teknologi tanpa kendali
Aku tak mau mengijonkan masa depan
Demi listrik sedikit banyak keruwetan

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Daripada susah payah beli reaktor
Daripada pusing karena sampah nuklir
Daripada malu kepada anak cucu
Aku bergerak menyanyikan kehidupan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi
Oh apa yang sesungguhnya sedang terjadi

Apa yang akan terjadi nanti

Untuk listrik banyak memerlukan sumber energi
Pilihan itu tentu jadi kucurigai
Sebab di negeri maju reaktor ditutupi
Bukan alasan agar republik ini beli

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut



sumber: kapanlagi.com

Sabtu, 31 Maret 2012

Cara Memutar/Membalik Lokomotif

Mengapa lokomotif harus dibalik/diputar? Sebenarnya, lokomotif itu bisa berjalan maju/mundur. Bisa dengan posisi Longhood (LH) / Shorthood (SH)


Posisi LH


(sumber:http://ardiantono.wordpress.com/2010/09/19/membalik-lokomotif/)


Posisi SH


(sumber:http://www.railpictures.net/images/d1/0/7/6/4076.1123802460.jpg)


Alasannya adalah yaitu mencegah keausan pada satu sisi roda karna mengalami beban pada saat membelok. Kita ibaratkan dengan foto diatas, kita ambil yang Long Hood ya (LH). Jika loko berjalan dengan posisi LH dan banyak mendapati tikungan tajam ( dan misalkan bnyak tikungan ke kanan ) jelas Roda dan As sebelah kananya lebih berat menahan beban bukan ( sama halnya mungkin dengan mobil ). Nah jika dia kembali ke jalur yang sama tapi dengan keadaan loko tidak dibalik ( alias berjalan mundur / menjadi Short Hood ) maka bagian as dan roda sebelah kanan lagi yang akan sering menerima beban. Maka dari itu harus dibalik agar keausan pada roda merata.


Alasan lain yg menjadikan kenapa posisi Lok berkabin tunggal sering dibalik tidak lain karena pandangan masinis lebih luas ketika Lok berkabin tunggal berjalan dengan posisi Short Hood Berbeda halnya jika Lok berjalan dengan posisi Long Hood, pandangan masinis menjadi sangat terbatas karena sebagian besar terhalang oleh mesin Lok itu sendiri Apalagi kalo Gerbong kereta yg ditarik notabene Kereta Jarak jauh, misal Jakarta-Malang.


Ada beberapa cara memutar/membalik lokomotif:

1. Dengan Turntable

(sumber:http://ardiantono.files.wordpress.com/2010/09/turntable.jpg?w=300&h=225)

Turntable kalau dalam bahasa Indonesia berarti meja pemutar. Cara yang paling mudah karena hanya memerlukan lahan yang sedikit. Caranya, lokomotif ditempatkan pas ditengah-tengah (tujuannya agar ringan), kemudian diputar manual dengan tenaga manusia (sekitar 2-4 orang). Dipo Jatinegara punya ini.

2. Dengan Segitiga Pembalik


(sumber:http://ardiantono.files.wordpress.com/2010/09/turninga-triangle.jpg?w=300&h=215)

Yang ini agak rumit, karena memerlukan banyak lahan. Berbentuk segitiga dan lokonya harus berjalan dari sisi sebelah kiri (difoto) lalu berbelok ke kiri ( menuju ke atas ) terus kembali dan berbelok ke kiri ( menuju sebelah kanan ) dan baru kembali ke awal (sisi kiri foto). Stasiun Solo Balapan dan Semarang Poncol yang kebetulan memiliki Dipo Lokomotif memliki ini.

3. Dengan Balloon Loop


(sumber:http://ardiantono.files.wordpress.com/2010/09/balloon-loop.jpg)

Bentuknya berbentuk setengah lingkaran, juga agak rumit. Karena lintasannya panjang, Balloon Loop mampu memutar lebih satu lokomotif bahkan satu rangkaian KA. Terdapat di Sidotopo, Jakarta (muter Jatinegara-Pasar Senen), & Sta. Banyuwangi Baru.


sumber:
railpictures.net

Jumat, 23 Maret 2012

Stasiun-stasiun Tua di Jakarta

1. Stasiun Jakarta Kota





Stasiun Jakarta Kota (kode:JAKK) merupakan stasiun yang berusia tua yang ditetakan sebagai cagar budaya. Stasiun ini merupakaan stasiun bertipe terminus (perjalanan akhir) yang tidak memiliki kelanjutan jalur. Stasiun ini juga dikenal sebagai nama Beos.
Sebenarnya ada nama lain dari Stasiun Jakarta Kota, yakni Batavia Zuid (Batavia Selatan). Akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun. Satunya adalah Stasiun Batavia Nord (letaknya di selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang), yang awalnya milik Nederlandsch-Indische Spoorweg dan kemudian dijual kepada Staatsspoorwegen tahun 1913. Batavia Zuid dibangun tahun 1870 dan ditutup tahun 1926. Sekitar 200 m dari Batavia Zuid, dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Selesai dibangun pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929, dengan peresmian besar-besaran oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. De Graeff yang berkuasa di Hindia Belanda (1926 - 1931).
Stasiun ini didesain oleh arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels .Bersama teman-temannya seperti Hein von Essen dan F. Stolts, mereka mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA).

2. Stasiun Tanjung Priok





Stasiun Tanjung Priok merupakan salah satu stasiun tua yang berada d Jakarta, tepatnya berada di seberang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dengan gaya bangunan art deco, stasiun ini juga menjadi bangunan cagar budaya di Jakarta. Stasiun ini juga stasiun tipe terminus (perjalanan akhir).
Stasiun ini tidak dapat dipisahkan dari Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi pelabuhan kebanggaan Hindia Belanda. Stasiun Tanjung Priok menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia sebelah selatan. Alasannya karena pada waktu itu daerah Tanjung Priok sebagian besar masih berupa hutan rawa-rawa berbahaya, sehingga perlu transportasi yang aman (kereta api). Dibangun tahun 1914 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral A.F.W Idenburg. Pembangunannya memerlukan 1.700 tenaga kerja.
Namun, stasiun ini diprotes karena dianggap sebagai "pemborosan". Ukurannya yang besar (dengan 8 peron), hampir sama dengan stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini terutama hanya digunakan untuk kereta rel listrik yang mulai digunakan di sekitar Batavia pada tahun 1925.
Tahun 2000, awal Januari, stasiun ini di nonaktifkan. Kondisinya yang sudah tidak terawat, juga bagian barat stasiun yang dipenuhi tunawisma. Pada November-Desember 2008, dilakukan renovasi besar-besaran terhadap bangunan stasiun, kemudian dilanjutkan sampai 2009. Pada tanggal 28 Maret 2009 , stasiun Tanjung Priok dapat kembali difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono .

3. Stasiun Jatinegara



Stasiun Jatinegara (kode:JNG, +16 m) merupkan stasiun tua yang berada di daerah Jakarta Timur. Stasiun yang beralamat di Jl. Bekasi Barat, Jatinegara, pertama kali dibangun sekitar tahun 1901, merupakan karya Ir. Snuyff. Sebelumnya stasiun ini bernama Stasiun Meester Cornelis, mengacu pada nama Jatinegara pada waktu itu, Mester Cornelis.
Keberadaan stasiun ini tidak lepas dari perkembangan wilayah Jatinegara pada waktu itu. Nama Meester Cornelis sendiri berasal dari guru yang mendirikan sekolah, mengajar dan
memberikan khotbah di kawasan itu sehingga dia mendapat julukan meester, yakni Cornelis Senen. Zaman penjajahan Jepang, nama tersebut diganti menjadi Jatinegara. Ada pendapat, bahwa nama 'Jatinegara' berasal dari kata 'Negara Sejati', sebutan dari Pangeran Jayakarta.
Wilayah Jatinegara berkembang pesat sekitar abad ke-20 (tahun 1905). Bersama dengan itu, diresmikan jalur kereta api Gambir — Jatinegara, 16 Juni 1872. Setahun kemudian dilanjutkan untuk jalur Jatinegara - Bogor. Tahun 1925 kereta listrik mulai dioperasikan untuk
menghubungkan Jatinegara dengan Tanjung Priok dan Manggarai.
Bangunan stasiun yang berarsitektur gaya peralihan antara Indische Empire dengan gaya Kolonial Modern, telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Stasiun yang dilalui sekitar 350 kereta setiap harinya juga memiliki dipo lokomotif. Stasiun ini juga stasiun penting tempat bertemunya tiga jalur kereta api yaitu jalur ke Pasar Senen, jalur ke Manggarai, dan jalur ke Bekasi.

4. Stasiun Pasar Senen





Stasiun Pasar Senen (kode:PSE, +4,7 m) (sering disebut Stasiun Senen) merupakan stasiun tua yang terletak di daerah Kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Awalnya, stasiun ini hanya merupakan tempat pemberhentian sementara kereta api jalur Batavia-Bekasi, dibuka pada 1894 oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS). Seiring perkembangan waktu dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang, maka dibangunlah Stasiun Pasar Senen sekitar tahun 1916 oleh Staats Spoorwegen (SS) dan diresmikan tanggal 19 Maret 1925. Bangunan ini merupakan karya arsitek J. Van Gendt.
Nama Senen sendiri berasal dari nama sebuah pasar yang dibangun pemerintah kolonial Belanda tahun 1733 di pinggir kota Weltevreden (sekarang disebut Gambir). Pasar diberi nama Pasar Senen karena buka pada hari senin saja. Namun karena semakin ramai pasar tersebut dibuka setiap hari (pada masa Gubernur Hindia Belanda Van der Parra). Bahkan sampai 1975, kawasan Senen menjadi pusat perekonomian di Jakarta. Pada masa Gubernur Ali Sadikin dibangunlah Proyek Perdagangan Senen (lebih dikenal Proyek Senen), kemudian juga dibangunnya Atrium Senen tahun 1990.
Saat ini Stasiun Pasar Senen melayani kereta api kelas bisnis dan kelas ekonomi
ke berbagai tujuan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikelompokkan menjadi Jalur Utara dan Jalur Selatan. Untuk melayani jalur - jalur tersebut Stasiun Senen memiliki enam jalur sepur yang dibagi menjadi tiga jalur di barat dan tiga jalur di timur dipisahkan oleh bangunan emplasemen panjang dan terbuka beratap pelana dengan struktur baja.


Sumber:
id.wikipedia.org
indonesianheritagerailway.com
image.google.co.id
Published with Blogger-droid v1.6.7

Senin, 23 Januari 2012

KGB



KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bespaznosti-Комите́т Госуда́рственной Безопа́сности) adalah nama badan intelijen Uni Soviet dari tanggal 13 Maret 1954 sampai tanggal 6 November 1991. Cikal bakalnya sudah ada sejak 1917. Saat itu organiasinya bernama Tjseka, dipimpin seorang Belarus, Felix Dzerzhinsky. Terdiri 31.000 orang-orang bersenjata. Fungsinya melawan kaum Bolshevik yang dipimpin Lenin. Saat meletus perang saudara Rusia yang dimenangkan Bolshevik, Tjseka pun dibubarkan Lenin. Ia tahu betul, Tjseka memiliki cara kerja yang bermanfaat untuk melancarkan kekerasan secara rahasia, memanfaatkan teknik Tjseka dengan mendirikan GPO, sebuah polisi rahasia, dan menjadi bagian dari Komisariat Rakyat Dalam Negeri (NVKD), sehingga mempunyai kedudukan cukup berwibawa. Felix secara terang-terangan mengecam Lenin karena sikapnya tersebut, kemudian Felix meninggal secara misterius.


Felix Dzerzhinsky


Lenin

Kekuasaan Lenin makin absolut. GPO dan NVKD sangat efektif digunakan untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya ataupun yang berlawanan dengan kebijakan Lenin. Akibat ulahnya sekitar 50 juta warga Rusia tewas. Jumlahnya setara dengan korban PD II. Korbannya meliputi seluruh kalangan di warga Rusia. Termasuk kepala NVKD, Genich Jagoda dan Nikolai Jezjof. Dinas polisi rahasia Rusia berganti nama menjadi NKGB th. 1945. NKGB berubah menjadi MGB (Kementrian Keamanan Negara), dikepalai Lavrentia Beria. Karier Beria menanjak di kalangan Partai Komunis Rusia. Ia kemudian menjadi anggota Politburo & pengurus harian Uni Soviet. Setelah Stalin wafat, karirnyayang sedemikian besar menjadi senjata makan tuan baginya. Beria dianggap sebagai mata-mata Inggris dan dijatuhi hukuman mati tahun 1953. MGB berubah nama menjadi KGB, 13 Maret 1954.

Pasca PD II & Perang Dingin, peran KGB bagi Soviet sangatlah besar. Prinsip KGB merupakan "pedang dan perisai" bagi kejayaan Partai Komunis Uni Soviet. Anggotanya dipilih secara ketat dan ditempatkan seluruh wilayah kekuasaan Soviet. Agen KGB juga beroperasi di luar negeri, dengan anggotanya terdiri dari pejabat diplomatik. Bahkan maskapai penerbangan utama di Rusia, Aeroflot, juga didaulat untuk menjalani tugas rahasia untuk mengintai fasilitas-fasilitas rahasia yang sengaja dilewatinya. Dan ketika disergap oleh pesawat tempur, mereka mangaku tersesat dan minta dituntun.


Lambang maskapai Aeroflot


Pesawat Aeroflot dengan livery lama

Strategi KGB mengandalkan jumlah agennya yang banyak, 375.000 agen. Cara kerja agennya dikenal urak-urakan, kehadiran mereka sering menyolok. Negara-negara Barat merasa jengkel. Untuk mengatasinya, mereka mengusir agen KGB dengan cara mempersona non grata-kan (dicurigai sebagai mata-mata asing). Cara kerja tersebut berubah ketika Yuri Andropov memimpin KGB (1967-1981), menjadi lebih halus sekaligus lebih berbahaya. Agennya dituntut mampu menyadap informasi sebanyak mungkin dengan cara yang betul-betul rahasia. Namun pada masa itu, menjadi agen KGB merupakan sesuatu yang istimewa. Mendapat upah yang tinggi (lebih-lebih terhadap standar hidup Soviet saat itu),hidup mewah, bisa dkirim ke luar negeri, serta dapat memperoleh informasi berlebih di Uni Soviet

Ketika Gorbachev berkuasa era 1990-an, karena era keterbukaan yang dihembuskan Gorbachev, membuat Soviet runtuh di tahun 1991, juga membuat KGB kelabakan sampai pemimpinnya pada waktu itu, Vladimir Kryuchkov melakukan kudeta namun digagalkan. KGB merubah nama menjadi FSB (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti). Perubahan itu sesuai dengan Rusia yang wilayahnya terbagi atas negara-negara federasi. Cara kerjanya masih sama, namun sesuai zamannya, para agen harus lebih pintar.

Pasca Uni Soviet bubar, nama KGB masih dipakai di Belarus (salah satu pecahan Soviet), dimana Felix Dzerzhinsky (pencetus cikal bakal KGB) dilahirkan dan diberi gelar pahlawan. Pemimpin Rusia pernah ada yang bekerja di KGB, seperti Vladimir Putin dan Yuri Andropov.
Markas besar KGB ada di Lubyanka Square, Moskow.


Yuri Andropov, pemimpin Uni Soviet yang pernah menjadi kepala KGB


Vladimir Putin, pemimpin Rusia yang pernah menjadi agen KGB


Markas Besar KGB di Lubyanka Square, Moscow

Berikut ini struktur KGB(FSB) :
-First Chief Directorate (biro yang menangani operasi luar negeri)
-Second Chief Directorate (counter intelligence, politik dalam negeri, dan warga asing di Rusia)
-Third Chief Directorate (bekerja untuk kepentingan militer Rusia)
-Fourth Directorate (keamanan transportasi)
-Fifth Directorate (bertanggung jawab terhadap keamanan nasional)
-Sixth Directorate (kontra intelijen ekonomi)
-Seventh Directorate (pengintaian bagi warga Rusia dan asing)
-Eighth Chief Directorate (memonitor komunikasi ke luar negeri, pemecahan kode rahasia, dan lainnya)
-Ninth Directorate (pasukan khusus untuk menjaga fasilitas penting seperti nuklir, pejabat tinggi, dan lainnya, terdiri 40.000 personil militer)
-Fifteenth Directorate (penjaga keamanan fasilitas pemerintah)
-Sixteenth Directorate (dinas penyadapan telepon secara rahasia)
-Borders Guard Diectorate (pasukan penjaga perbatasan, terdiri 245.000 personil militer)
-Operation and Technology Directorate (departemen rahasia untuk membuat senjata rahasia)



Sumber :
-Edisi Koleksi ANGKASA No. LVI, MENGUAK TABIR OPERASI INTELEJEN & SPIONASE, Th.2009 -id.wikipedia.org
Published with Blogger-droid v1.6.7