Tampilkan postingan dengan label Jet Fighter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jet Fighter. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Mikoyan Guryevich MiG-21


Perang Dingin antara Blok Barat & Blok Timur merupakan ajang antar negara untuk saling berlomba menciptakan alat-alat perang yang andal & ampuh, mulai dari senapan hingga bom nuklir yang mampu meluluhlantakkan suatu wilayah dengan sekejap. Hal tersebut merupakan daya ukur bagi siapa diantara mereka yang paling kuat.


Tak terkecuali matra udara. Pertempuran udara di Perang Korea (MiG-15 Soviet vs F-86 AS) dan Perang Vietnam (MiG-17 & MiG-19 Soviet vs F-4 Phantom AS) merupakan hasil dari persaingan produksi jet tempur yang ampuh untuk merontokkan lawan.





Persaingan tersebut mencapai puncaknya pada 1956, ketika Soviet memproduksi jet tempur baru bernama MiG-21. Oleh NATO diberi kode Fishbed. Kehadirannya mampu merontokkan  bomber serta jet tempur AS. 


MiG-21 dibuat oleh Mikoyan-Guryevich Design Bureau pada 1955, memang diciptakan sebagai fighter-interceptor yang tangguh. Teknologinya merupakan pengembangan dari MiG sebelumnya, yakni MiG-19. Prinsipnya, MiG-21 merupakan pesawat yang mudah dikontrol, beratnya enteng, manuvernya lincah, & mampu diproduksi massal. 


Prototype awal MiG-21 bernama Ye-6 mengalami kegagalan saat ujicoba terbang. 1957, MiG-21 berhasil diproduksi namun belum bisa mengagetkan NATO karena ujicoba senjata & teknologi yang belum akurat. Perbaikan yang dilakukan terhadap MiG-21 membuatnya kemudian tampil  di ajang Perang Vietnam sebagai fighter penebar maut.




Kesuksesannya di Vietnam membuat MiG-21 diproduksi massal & dioperasikan 46 negara, termasuk Indonesia. Varian-varian lain yang diproduksi hingga 20 unit, angka produksinya bahkan menembus 10.000 unit, membuat populasinya tersebar hampir diseluruh penjuru dunia.


MiG-21 mampu terbang hingga ketinggian 60.000 kaki. MiG-21 mampu menyergap pesawat musuh dengan akurat sebab kecepatannya yang mencapai Mach 2. Hal tersebut membuat MiG-21 tampil dalam segala ajang tempur, mulai Perang Vietnam sampai konflik Timur Tengah.


MiG-21 yang pernah memperkuat AURI sebanyak 24 unit, yang dipersiapkan untuk pembebasan Irian Barat, membuat pesawat intai U-2 AS yang terbang dari Filipina menuju Darwin secara diam-diam memotret jejeran MiG-21 serta Tu-16 di Iswahjudi, Madiun. Belanda yang mengetahui  hasil potretan tersebut ketar-ketir dan memilih penyelesaian Irian Barat melalui perundingan damai di PBB. Era 60-an merupakan era-nya kekuatan militer Indonesia terkuat se-belahan Bumi Selatan.


MiG-21 juga dikenal sebagai alat gertak yang ampuh terhadap musuh-musuh Soviet yang berani mengganggu Soviet atau sekutunya kala itu. Misalnya, ketika Blok Barat ribut-ribut dengan Nikaragua th. 1983, kegentingan mereda kala Soviet mengirimkan MiG-21 nya. Kuba yang pernah menjadi musuh bebuyutan AS memborong MiG-21 dalam berbagai varian sebanyak 270 unit.


Filosofi Uni Soviet, sederhana namun tangguh, yang diterapkan pada alutsista buatannya termasuk MiG-21 mampu menggetarkan Blok Barat. Sistem yang dioperasikan terbilang tidak rumit & mudah dipelajari. Apalagi untuk melakukan penadaratan pendek (400 m), pedal tidak harus diinjak sekuat tenaga karena adanya sistem rem parasut yang bekerja otomatis. 



Sayapnya yang delta & tipis dapat meningkatkan kecepatan MiG-21 ketika terbang lurus. Tapi kecepatan akan turun saat MiG-21 melakukan manuver tajam. Mesin Tumanski dengan berat total 16.500 lbs (7.500 kg) membuat bobot pesawat menjadi ringan. Thurst weight ratio yang dimiliki MiG-21 merupakan TWR paling baik (5:1). Mesin Tumanski yang ketika bekerja tidak mengeluarkan asap, membuat Blok Barat kelimpungan.



MiG-21 mampu mendarat di landasan kasar seperti tanah kering tanpa masalah. Contohnya, pilot-pilot MiG-21 AURI melakukan latihan di Kemayoran, sempat ada pesawat yang overshoot & masuk sawah. Kondisi pesawat ternyata baik-baik saja. Begitu pun dengan pilot pun selamat, sebab sewaktu eject akan terlontar bersama kanopi, setelah melayang di udara kanopi lepas & pilot diselamatkan oleh parasut. Teknik eject macam ini memberikan rasa aman kepada pilot agar tidak terjadi benturan terhadap kanopi. Namun pada ketinggian rendah sistem ejectnya mengalami masalah karena waktu yang dibutuhkan untuk terpisahn ya kursi lontar & kanopi butuh waktu lama.




MiG-21 Fishbed J merupakan MiG-21 generasi ketiga, sudah diproduksi di India dengan penambahan berupa pemasangan mesin baru Tumanski R-13-300 & bahan antipanas dari titanium serta penambahan perangkat avionik. MiG-21 yang tergolong paling canggih adalah MiG-2ibis. Pesawat yang telah ditingkatkan daya mesin, avionik, & persenjataan ini kemudian ditingkatkan menjadi pesawat yang lebih canggih, MiG-23. 


Namun kapasitas bahan bakarnya sebanyak 1.470 liter serta tangki cadangan 490 liter, membuat MiG-21 hanya mampu terbang selama 1,5 jam. Kejadian unik semasa Bung Karno berkuasa, MiG-21 yang terlanjur terbang untuk berparade, buru-buru mendarat karena tak sanggup menunggu BK yang hobi berpidato berjam-jam.


Wajar saja, MiG-21 dirancang sebagai interceptor, sehingga kapasitas bahan bakar pun memang terbatas. Kehabisan bahan bakar setelah mendarat yang banyak dialami pilot-pilot TNI AU dahulu adalah kesalahan dari operasi, mengapa pesawat interceptor dibawa terbang sampai jauh. 




Radar yang digunakan pun dibandingkan dengan penempur AS masih ketinggalan. AS menjuluki radar MiG-21 sebagai radar antik "Jay Bird" Radar MiG-21 hanya sanggup menjangkau posisi musuh sebesar 20 mil saja, sehingga pilot perlu mengutamakan pendangan visual, yang sangat bergantung pula dengan cuaca.






SPESIFIKASI:








  • Negara produsen: Rusia (Uni Soviet), China
  • Pabrik  :
  1. Mikoyan-Gurevich Rusia
  2. Xian Aircraft (China) @ Shenyang, Chengdu & Guizhou
  • Versi Rusia

  1. MiG-21F Fishbed C
  2. MiG-21PF Fishbed D
  3. MiG-21PFM Fishbed F
  4. MiG-21R Fishbed H
  5. MiG-21S Fishbed H
  6. MiG-21RF Fishbed H
  7. MiG-21SM Fishbed J
  8. MiG-21M (Type 96/Hindustan Aeronautics-India)
  9. MiG-21PFMA Fishbed J
  10. MiG-21MF Fishbed J
  11. MiG-21SMT Fishbed K
  12. MiG-21SMB Fishbed K
  13. MiG-21bis-A Fishbed L
  14. MiG-21bis-B Fishbed N
  15. MiG-21U Mongol A
  16. MiG-21US Mongol B
  17. MiG-21UM Mongol B
  • Versi China
  1. J-7 / F-7 Fishbed
  2. J-7 II / F-7B Fishbed
  3. J-7 III Fishbed
  4. F-7M Airguard
  5. F-7P Skybolt

Data Teknis

  • WingSpan (rentang sayap) 23 ft. 6 in.
  • Length (panjang) 51 ft. 9 in.
  • Height (tinggi) 15 ft. 9 in.
  • Weight (berat) 18.080 lbs. max.
  • Mesin:
  1. MiG-21 = Tumansky R-11F-300 @ 12,675 lbst w/afterburner
  2. J-7 III = Wopen-13 turbofan @ 14,550-lbst
  • Kru penerbang pilot tunggal
  • Kecepatan Maksimum 1.300 mph.
  • Kecepatan jelajah 550 mph.
  • Jarak tempuh (Range) :
  1. MIG-21 = 400 mi range
  2. MIG-21bis = 600 nm range
  3. J-7 = 230 mi / 370 km lo-lo-lo radius
  4. J-7B = 375 mi / 600 km radius w/ 2 PL-2 AAM + internal fuel
  5. J-7B = 450 mi / 750 km radius w/ 2 PL-2 AAM + drop tanks
  6. J-7M = 550 mi / 875 km radius w/ 2 PL-2 AAM + drop tanks
  7. J-7 III = 525 mi / 850 km radius hi-hi-hi air superiority w/ 2 AAM + drop tanks
  8. J-7 III = 340 mi / 550 km radius lo-lo-hi ground attack w/ 2 bombs + drop tanks
  9. J-7 III = 1.350 mi / 2.200 km ferry range
  • Ketinggian Jelajah 14000 meter
  • Kapasitas Bahan Bakar internal
  1. 2277 kg MIG-21pfs
  2. 2364 kg MIG-21bis
  3. 869 kg J-8
  • In-Flight Refueling (kapasitas pengisian bahan bakar diudara): -
Drop Tank (Tanki bahan bakar cadangan):
  1. MIG-21bis = Drop tank with 391kg of fuel for 51nm range
  2. MIG-21bis = Drop tank with 631kg of fuel for 80nm range
  3. MIG-21bis = Drop tank with 391kg of fuel for 50nm range
  4. J-7 = 800 l drop tank with 639kg of fuel for 111nm range
  • Take-Off Runway (kecepatan lepas landas)
  1. F-7M = 700-950 m
  2. J-7 III = 800 m (2,625 ft) with afterburning
  • Landing Runway (kecepatan mendarat)
  1. F-7M = 600-900 m with brake-chute
  2. J-7 III = 550 m with flap blowing, drag-chute and brakes
  • Sensor
  1. MIG-21pfs = Spin Scan (R1L) radar, RWR, Balistic bombsight
  2. MIG-21bis = Jay Bird radar, RWR, Balistic bombsight
  3. J-7 = Type 222 ranging radar, RWR, Ballistic bombsight
  • Armament (Senjata)
  1. One NR-30 30mm cannon plus
  2. MIG-21pfs = K-13 AA-2 atoll, FAB-500, FAB-250, UV-16-67 rocket pods
  3. MIG-21bis = UV-69 57 rocket pods, AA-8 Aphid, FAB-250, FAB-500
  4. J-7 = 2 PL-2 or PL-7 AAM and 1 800 L drop tank (685 nm)

Negara pengguna

Afganistan, Albania (J-7), Aljazair, Angola, Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Myanmar, Kamboja, Cina (J-7), Kongo, Kroasia, Kuba, Ceko, Mesir, Ethiopia, Finlandia Jerman Timur, Guyana, Hongaria, India, Indonesia, Iran, Irak, Kazakhstan, Laos, Libya, Madagaskar, Mali, Mongolia, Mozambik, Nigeria, Korea Utara, Yaman, Pakistan (J-7), Polandia Rumania, Slovakia, Sri Lanka, Sudan, Syria (Suriah), Tanzania, Vietnam, Yugoslavia (Serbia-Montenegro), Zambia, Zimbabwe




Sumber: 

Edisi Koleksi Angkasa, The Most Famous Jet Fighters
id.wikipedia.org

Minggu, 04 Desember 2011

Sukhoi Su T-50 PAK-FA, Penempur Udara Berteknologi Siluman dari Negeri Beruang Merah







Dulu, pada masa Perang Dingin tepatnya, berseteru dua negara yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara adidaya tersebut berlomba-lomba mengembangkan IPTEK di bidang militer untuk menunjukkan siapa yang terkuat. Mulai dari peralatan militer hingga perulu kendali berhulu ledak nuklir jarak jauh, membuat mereka menjadi dua negara yang memiliki kekuatan militer raksasa.

Namun sejak jatuhnya rezim komunis di Uni Soviet yang berujung pada perpecahan pada 1991, membuat pamor Rusia terus turun. Ketika Amerika Serikat mengeluarkan penempur barunya, F-22 Raptor, membuat Rusia seperti tidak mampu unjuk gigi.





 

Tapi, di tahun 2010, Rusia menunjukkan kekuatannya kembali, yaitu menguji coba penempur udaranya yang terbaru. Yakni, pesawat tempur generasi kelima dengan kemampuan stealth, yang mampu menyaingi kehebatan dan kecanggihan F-22, yaitu Sukhoi T-50 PAK-FA. Sukhoi T-50 PAK-FA dikeluarkan oleh biro desain Sukhoi OKB, Rusia.

Untuk masalah harga, Sukhoi T-50 PAK-FA jauh lebih murah ketimbang F-22 Raptor. PAK-FA memiliki harga sekitar US$ 50-100 juta per unit, sedangkan F-22 seharga sekitar US$ 142 juta per unit.
Dan tidak seperti F-22 yang tidak untuk dijual ke luar Amerika, Sukhoi PAK-FA ditujukan untuk diekspor ke negara manapun yang ingin membelinya. Dan untuk Indonesia, tidak menutup kemungkinan untuk menambah Sukhoi T-50 PAK-FA ke dalam daftar alutsista TNI AU.

SPESIFIKASI:
Sukhoi T-50 PAK-FA (
Perspektivny Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii)

Origin
Russia
Type
Stealth multirole fighter
Max Speed
2,100 - 2,500 km/h / 1,300 - 1,560 mph
Max Range
5,500 km / 3417 miles (Ferry range)
Dimensions
Span 14 m / 46.6 ft
Length 19.8 m / 65.9 ft
Height 6.05 m / 19.8 ft
Weight
Max. Takeoff 37,000 kg / 81,570 lb
Powerplant
2× New unnamed engine by NPO Saturn and FNPTS MMPP Salyut of 175 kN each. Prototype with AL-41F1 of 147 kN each, definitive version with new engine >157 kN
Armament
None on prototype. Apparent provision for a cannon (most likely GSh-301).Possible two 30mm cannons, two auxiliary internal bays for short range AAMS and six external hardpoints
Operators:
India (Ordered), Russia (Oredered)


Sumber:
http://imperiumindonesia.blogspot.com/2010/02/pesawat-tempur-tercanggih-sukhoi-pak-fa.html


http://www.combataircraft.com/en/Military-Aircraft/Sukhoi/PAK-FA/

Rabu, 06 Juli 2011

MiG Fighter Familiy

MiG Design Bureau (MiG OKB) merupakan industri pesawat tempur No.1 di Rusia. Didirikan oleh Artyom I. Mikoyan dan Mikhail I. Gurevich, MiG OKB menciptakan pesawat yang masih menjadi daya tanding negara Barat, dan memiliki deterens tinggi. Pesawat MiG masih dipercaya oleh beberapa negara untuk mengawal wilayah udaranya.
. MiG-17 Fresco








Asal
Russia
Tipe
fighter-bomber
Kecepatan Maksimum
617 kt / 711 mph
Jarak Jelajah Maksimum
1,980 km / 1,230 miles
Dimensi
rentang sayap 9.63 m / 31 ft 7.1 in;panjang 11.26 m / 36ft 11.3 in;tinggi 3.80 m / 12 ft 5.6 in
Berat
kosong 3,930 kg / 8,664 lb;maks. lepas landas 6,075 kg / 13,393 lb
Mesin
1 x 3380-kg (7,452-lb) afterburning thrust Klimov VK-1 F turbojet
Persenjataan
one 37-mm N-37D cannon with 40 rounds and two 23-mm NR-23 cannon with 80 rounds per gun; four (later six) underwing hardpoints for bombs and/or rocket launchers and, later in the type's life, two AA-2 'Atoll' AAMs; the inboard hardpoints were usually reserved for drop tanks
2. MiG-19 Farmer






Asal
Russia
Tipe
day/clear weather interceptor
Kecepatan Maksimum
784 kt / 903 mph
Jarak Jelajah Maksimum
685 km / 426 miles
Dimensi
rentang sayap 9.20 m / 30 ft 2.2 in;panjang 12.60 m / 41 ft 4.1 in;tinggi 3.90 m / 12 ft 9.5 in
Berat
kosong 5,170 kg / 11,397 lb;maks. lepas landas 8,900 kg / 19,621 lb
Mesin
2 x 3250-kg (7,165-lb) afterburning thrust Tumansky RD-9B turbojets
Persenjatan
three 30-mm NR-30 cannon with 55 and 75 rounds per gun for the one fuselage and two wing root-mounted guns respectively
3. MiG-21 Fishbed







Asli
Russia
Tipe
multi-role fighter
Kecepatan Maksimum
1,203 kt / 1,385 mph
Jarak Jelajah Maksimum
1,160 km / 721 miles
Dimensi
rentang sayap 7.15 m / 23 ft 5.5 in;panjang 15.76 m / 51 ft 8.5 in;tinggi 4.10 m / 13 ft 5.4 in
Berat
kosong 5,200 kg / 11,464 lb;maks. lepas landas 22,925 lb / 10,400 kg
Mesin
1 x 7500-kg (16,535-lb) afterburning thrust Tumanskii R-25 turbojet
Persenjataan
one 23-mm GSh-23 two-barrel cannon with 200 rounds, plus four underwing pylons suitable for AA-2 'Atoll' orAA-8 'Aphid' AAMs, UV-16-57 rocket launchers, 500- or 250-kg (1,102- or 551-lb) bombs, S-24 240-mm(9.45-in) air-to-surface rockets, or drop tanks
4. MiG-23 Flogger







Asal
Russia
Tipe
air combat fighter
Kecepatan Maksimum
tidak diketahui
Jarak Jelajah Maksimum
tidak diketahui
Dimensions
rentang sayap 13.965 m / 45 ft 10 in;panjang 16.71 m / 54 ft 10 in;tinggi 4.82 m / 15 ft 9.75 in
Berat
tidak diketahui
Mesin
1 x 10000-kg (22,046-lb) afterburning thrust Tumanskii R-27F2M-300 turbojet
Persenjataan
one 23-mm GSh-23L two-barrel cannon with 200 rounds; provision for up to 3000 kg (6,614 Ib) of disposable stores, including AAMs, cannon pods, rocket-launcherpods, large-calibre rockets, and bombs, carried on six external hardpoints
5. MiG-25 Foxbat







Asal
Russia
Tipe
single-seat reconnaissance aircraft with limited precision bombing capability
Kecepatan Maksimum
1,834 kt / 2,112 mph
Jarak Jelajah Maksimum
900 km / 559 miles
Dimensi
rentang sayap 13.418 m / 44 ft 0.25 in;panjang 23.82 m / 78 ft 1.8 in;tinggi 6.10 m / 20 ft 0.2 in
Berat
kosong 19,600 kg / 43.211 lb;maks. lepas landas 33,400 kg / 73,634 lb
Mesin
2 x 11200-kg (24,691-Ib) afterburning thrust Tumanskii R-15BD-300 turbojets
Persenjataan
four wing hardpoints for R-40, R-60, R-23 missiles
6. MiG-27 Flogger D/J







Asal
Russia
Tipe
single-seat ground-attack aircraft
Kecepatan Maksimum
1,017 kt / 1,170 mph
Jarak Jelajah Maksimum
1,080 km / 670 miles
Dimensi
rentang sayap 13.965 m / 45.9 ft;panjang 16.7 m / 54.8 ft;tinggi 4.82 m / 14 ft 9.2 in
Berat
maks. lepas landas 18,850 kg / 41.556 lb
Mesin
1 x Soyuz (Tumanski) R-29B-300 turbojet rated at 77 kN (17,310 Ib) or 110kN (24,728 Ib) with afterburner
Persenjataan
one internal GSh-23L 23-mm twin-barrel cannon in semi-conformal fuselage gondola, plus up to 3000 kg of ordnance, including UV-32-57 (57 mm) and S-8 (80 mm) rocket pods, KMG-U bomblet dispensers, free-fall bombs up to 500 kg, UPK-23-250 cannon pods, AS-7 Kerry ASMs and podded reconnaissance sensors.
7. MiG-29 Fulcrum







Asal
Russia
Tipe
air-superiority fighter with secondary air-to-ground capability
Kecepatan Maksimum
1,318 kt / 1,518 mph
Jarak Jelajah Maksimum
1,500 km / 932 miles
Dimensi
rentang sayap 11.36 m / 37 ft 3.75 in;panjang 17.32 m / 56 ft 10 in;tinggi 4.7 m / 15 ft 6 in
Berat
kosong 10,900 kg / 24,030 lb;max. take-off 18,500 kg / 40,785 lb
Mesin
2 x 8300-kg (18,298-lb) afterburning thrust Sarkisov RD-33 turbofans
Persenjataan
one 30-mm GSh-30-1 cannon with 150 rounds; provision for 3000 kg (6,614 lb) of disposable stores, including up to six AAMs, bombs, cluster bombs, rocket-launcher pods, large-calibre rockets, drop tanks and ECM pods, carried on six external hardpoints
8. MiG-31 Foxhound









Asal
Russia
Tipe
all-weather interceptor and ECM aircraft
Kecepatan Maksimum
1,620 kt / 1,865 mph
Jarak Jelajah Maksimum
3300 km / 2,050 miles
Dimensi
rentang sayap 13.464 m / 44 ft 2 in;panjang 22.688 m / 74 ft 5.25 in;tinggi 6.15 m / 20 ft 2.25 in
Berat
kosong 21,825 kg / 48,115 lb;maks. lepas landas 46,200 kg / 101,850 lb
Mesin
2 x 15500-kg (34,171-lb) afterburning thrust Soloviev D-30F6 turbofans
Persenjataan
one 23-mm GSh-23-6 six-barrel cannon with 260 rounds; provision under the fuselage for four R-33 (AA-9 'Amos') AAMs and under the wings for two R-60T (AA-6 'Acrid') or four R-60 (AA-8 'Aphid') AAMs

Sumber: combataircraft.com



Kamis, 11 November 2010

U.S. Navy & Marine Corps Air Fighters

McDonnell Douglas F-4 Phantom II

F-4 Phantom II merupakan pesawat tempur pengebom (fighter bomber) yang dibuat oleh perusahaan McDonnell Douglas, yang dirancang oleh David S. Lewis Jr. F-4 Phantom II berukuran besar dan bermesin ganda. Terutama digunakan oleh U.S Air Force, dan U.S Navy, U.S Marine Corps. Saat ini F-4 sudah pensiun di Amerika Serikat, tapi di negara lain seperti Iran dan Israel F-4 masih aktif digunakan. Pada 2001, ada 1000 F-4 Phantom yang masih digunakan oleh 11 negara. F-4 Phantom banyak digunakan di Asia (tepatnya Asia Tenggara, contohnya Vietnam) untuk melawan pesawat-pesawat MiG, seperti MiG-17 dan MiG-21.


McDonnell Douglas A-4 Skyhawk

A-4 Skyhawk merupakan pesawat tempur sergap yang awalnya digunaka untuk beropersai dari kapal induk. Pesawat ini dirancang oleh Ed Heinemann dan diproduksi oleh Douglas Aircraft Corporation (yg kemudian menjadi McDonnell Douglas). Awalnya pesawat ini dinamai A4D sesuai dengan sistem penamaan proyek Angkatan Laut AS pra-1962. 50 tahun sejak terbang perdana (terbang perdana 22 Juni 1954), masih ada beberapa dari hampir 3000 Skyhawk yang telah diproduksi tetap menjadi tulang punggung beberapa Angkatan Udara di dunia, termasuk yang diterbangkan dari kapal induk. TNI AU pernah juga mengoperasikan sebanyak 37 Skyhawk II tipe A-4E dan tipe TA-4E (ex AU Israel) hingga tahun 2003. Lalu TNI AU menggantinya dengan dua unit Sukhoi Su-27SK dan dua unit Su-27MK dari Rusia. Belakangan tersebar kabar bahwa TNI AU akan mengaktifkan armada Skyhawk lagi melalui pembelian suku cadang baru setelah AS mengakhiri embargo pejualan amunisi dan suku cadang militer kepada Indonesia.


Grumman F-14 Tomcat

F-14 Tomcat merupakan pesawat tempur bersayap ayun, bermesin dan berkursi ganda. F-14 Tomcat juga merupakan pesawat superioritas udara utama Angkatan Laut Amerika Serikat dari tahun 1972-2006. Pesawat ini juga memiliki kemampuan serang darat yang dilengkapi sistem LANTIRN. Pesawat ini dibuat oleh Grumman Aircraft setelah kegagalan proyek F-111B, dan (F-14 Tomcat) merupakan pesawat tempur generasi keempat pertama A.S yang dirancang berdasarkan pengalaman bertempur dengan pesawat MiG buatan Soviet. Pesawat ini mulai digunakan oleh U.S Navy sejak 1972 menggantikan F-4 Phantom. Pesawat ini juga sempat diekspor ke Iran tahun 1976. Pada tanggal 22 September 2006 pesawat ini resmi dipensiunkan, lalu digantikan F/A-18E/F Super Hornet.


McDonnell Douglas AV-8B Harrier II

McDonnell Douglas AV-8B Harrier II merupakan pesawat generasi kedua pesawat jenis lepas landas vertikal / pendek dan arahan atau V/STOL ground attack aircraft akhir abad ke-20. Hal ini terutama digunakan untuk tugas serangan ringan atau multi-peran, biasanya dioperasikan dari operator pesawat kecil,kapal amfibi serang besar dan selama pertempuran, basis operasi depan. Meskipun AV-8B Harrier II saham peruntukan dengan sebelumnya Harrier AV-8A / C, AV-8B yang didesain ulang luas dari generasi sebelumnya Harrier GR.1A/AV-8A/C oleh McDonnell Douglas. British Aerospace bergabung dengan proyek Harrier pada awal 1980-an, dan telah dikelola oleh Boeing/BAE Systems sejak 1990. The AV-8B digunakan oleh U.S Marine Corps .Versi Harrier GR7/GR9 Inggris digunakan oleh Royal Air Force dan Royal Navy. Versi ini juga digunakan oleh negara NATO: Italia & Spanyol. Model keluarga Harrier biasa dikenal dengan "Harrier Jump Jet"



Sumber:(Artikel) id.wikipedia.org
(Gambar) www.airliners.net













Minggu, 07 November 2010

The Sovyet Military Aircraft

Berikut ini adalah beberapa pesawat tempur dari salah satu negara, yaitu Rusia, yg dulunya pada saat masih bernama Uni Soviet merupakan salah satu negara adidaya..


1. Sukhoi Su-27
Sukhoi Su-27 (Kode NATO:Flanker) merupakan pesawat interceptor sekaligus pesawat superioritas udara. Pesawat tersebut dibuat oleh Sukhoi OKB. Pesawat ini dibuat untuk menandingi pesawat-pesawat unggulan Amerika Serikat, seperti, F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fightning Falcon, F/A-18 Hornet. Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Su-27 sering disebut sebagai hasil persaingan Sukhoi dan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 bentuknya yang mirip. Tetapi, MiG-29 digunakan sebagai pesawat tempur multi-peran.

2. Sukhoi Su-15
Sukhoi Su-15 (Kode NATO:Flagon) merupakan pesawat tempur tipe pencegat (interceptor) yang dibuat oleh Sukhoi OKB. Su-15 juga merupakan mitra dari MiG 23 Flogger buatan Mikoyan-Gurevich. Pesawat ini terkenal karena telah menembak jatuh B-747 milik Korean Air 007 pada 1983. Pesawat ini juga terlibat dalam pertempuran udara saat Konflik Ethiopia dan 9 pesawat jatuh tertembak. Pesawat ini dioperasikan Uni Soviet maupun pecahannya, juga sekutu-sekutunya.


3. Sukhoi Su-24
Sukhoi Su-24 (Kode NATO:Fencer) merupakan pesawat penyerang darat Uni Soviet yang mampu menembus segala cuaca, yang paling maju pada tahun 1970-1980an. Pesawat ini mempunyai 2 awak, mempunyai 2 mesin, dan merupakan pesawat Soviet yang mempunyai perangkat navigasi dan serang digital terintegrasi. Secara fisik mirip dengan General Electric F-111 Aadvark milik AS, namun soal kemampuan hampir mendekati Panavia Tornado IDS dari Inggris dan Jerman.